Skip to main content

Audit Redirect dan Error Handling: Apa yang Diperiksa dan Urutannya

Cara mengaudit pengalihan dan penanganan kesalahan di sebuah situs — rantai, loop, kode status yang salah, dan urutan perbaikan berdasarkan dampaknya.

Audit Redirect dan Error Handling: Apa yang Diperiksa dan Urutannya

Kenapa Bagian Ini Diperiksa Terpisah

Masalah pengalihan dan kode status jarang terlihat dari luar — situsnya tampak baik-baik saja, sementara kunjungan perayap terbuang dan sebagian halaman tidak pernah sampai ke indeks.

Berbeda dari masalah konten yang bisa dinilai dengan membaca, masalah di lapisan ini hanya muncul kalau sengaja diperiksa. Karena itu ia jadi bagian tersendiri dalam audit teknis, dan biasanya dikerjakan lebih dulu — perbaikan di lapisan lain tidak berarti kalau halamannya tidak pernah sampai.

Sebelum mengaudit, pahami dulu cara kerja redirect dan aturan memilih kode status. Audit ini memastikan keputusan tersebut benar-benar diterapkan di seluruh situs.

Apa yang Diperiksa

Rantai dan loop

  • Rantai pengalihan — A ke B ke C. Google mengikuti sampai sepuluh langkah, tapi tiap langkah memperlambat dan memakan kunjungan perayap.
  • Loop pengalihan — A ke B lalu kembali ke A. Halamannya jadi tidak bisa diakses sama sekali.
  • Tautan internal yang menunjuk alamat lama, sehingga tiap kunjungan melewati pengalihan yang sebenarnya tidak perlu.

Kode status yang keliru

  • 302 dipakai untuk perpindahan permanen, sehingga alamat lama tetap dianggap versi utamanya.
  • Halaman dihapus yang mengembalikan 200 — soft 404.
  • 404 dipakai saat situs sedang diperbaiki, yang seharusnya 503.
  • Pengalihan massal ke beranda, yang cenderung diperlakukan seperti 404.

Kesalahan yang perlu ditangani

  • 404 pada halaman yang punya tautan masuk dari dalam maupun luar situs.
  • Kesalahan server 5xx, yang membuat perayapan diperlambat dan halaman terindeks lama-lama dikeluarkan.
  • 429 — kode yang dibaca Google sebagai tanda server kewalahan.
  • Alamat di sitemap yang tidak mengembalikan 200.

Urutan Audit

  1. Rayapi seluruh situs dan ekspor daftar alamat beserta kode statusnya. Ini bahan dasarnya.
  2. Pisahkan per kelompok kode — 2xx, 3xx, 4xx, dan 5xx. Sebaran ini sudah menunjukkan di mana masalahnya menumpuk.
  3. Cari rantai dan loop di kelompok 3xx. Sebagian besar crawler melaporkannya sebagai kolom tersendiri.
  4. Silangkan 4xx dengan data tautan masuk. Halaman yang punya tautan masuk selalu prioritas.
  5. Periksa kelompok 5xx dengan tim server. Ini satu-satunya kelompok yang bisa berdampak pada seluruh situs sekaligus.
  6. Bandingkan daftar alamat dengan isi sitemap, dan keluarkan yang tidak mengembalikan 200.
  7. Periksa laporan statistik perayapan di Search Console untuk melihat kode apa yang benar-benar diterima perayap, bukan hanya apa yang Anda temukan sendiri.

Langkah keempat yang membedakan audit yang berguna dari daftar panjang tanpa prioritas. Empat ratus 404 dari alamat karangan tidak sepenting satu 404 pada halaman yang punya dua puluh tautan masuk.

Urutan Perbaikan Berdasarkan Dampak

  1. Kesalahan 5xx — memengaruhi seluruh situs, tangani lebih dulu.
  2. Loop pengalihan — halamannya benar-benar tidak bisa diakses.
  3. 404 pada halaman berperingkat atau bertautan masuk — kehilangan langsung.
  4. Soft 404 — menyatakan hal yang tidak benar, dan menahan alamat di indeks.
  5. Rantai pengalihan — perbaiki jadi satu langkah.
  6. Tautan internal ke alamat lama — murah diperbaiki, dan mengurangi beban perayapan.
  7. 302 yang seharusnya 301.
  8. 404 dari alamat yang memang tidak pernah ada — biasanya tidak perlu ditindaklanjuti sama sekali.

Prioritas ini membedakan 404 biasa yang normal dari soft 404 yang selalu menunjukkan respons halaman keliru.

Alat yang Dipakai

  • Crawler situs seperti Screaming Frog — sumber utama untuk daftar kode status, rantai, dan loop.
  • Search Console — laporan pengindeksan untuk 404 dan soft 404 yang ditemukan Google, dan statistik perayapan untuk sebaran kode status.
  • Pemeriksa header untuk memeriksa satu alamat secara cepat.
  • Catatan server untuk melihat apa yang benar-benar terjadi, termasuk yang tidak dilaporkan di tempat lain.
  • Alat pemantau ketersediaan supaya kesalahan 5xx ketahuan saat terjadi, bukan berminggu-minggu kemudian.

Kapan Audit Ini Dijalankan

  • Setelah pindah platform atau domain — wajib, dan sebaiknya dalam minggu pertama.
  • Setelah desain ulang atau perubahan struktur URL.
  • Setiap kuartal sebagai pemeriksaan rutin untuk situs yang isinya terus bertambah.
  • Saat ada penurunan mendadak yang belum jelas sebabnya — periksa lapisan ini sebelum menyalahkan pembaruan algoritma.

Pertanyaan Umum Seputar Audit Redirect

Berapa panjang rantai pengalihan yang masih aman?

Satu langkah yang paling aman. Google mengikuti sampai sepuluh langkah, tapi tiap langkah menambah waktu dan memboroskan kunjungan perayap.

Apakah semua 404 harus diperbaiki?

Tidak. Yang perlu ditangani adalah 404 pada halaman yang masih dicari atau punya tautan masuk. 404 dari alamat karangan adalah hal biasa.

Seberapa sering audit ini perlu diulang?

Setiap kuartal untuk situs yang aktif, dan segera setelah tiap perubahan besar. Masalah di lapisan ini paling sering lahir dari perubahan, bukan dari berjalannya waktu.