Kode Status Adalah Cara Situs Menyatakan Maksud
Setiap kali halaman diminta, server menjawab dengan kode status — dan kode itu yang memberi tahu mesin pencari apa yang harus dilakukan dengan alamat tersebut.
Memilih kode yang salah tidak selalu merusak seketika, tapi akibatnya berjalan pelan dan sulit dilacak: halaman yang seharusnya hilang bertahan berbulan-bulan di indeks, atau halaman yang seharusnya digantikan tidak pernah menyerahkan posisinya.
Halaman ini membahas keputusannya, bukan cara memasang pengalihannya.
Untuk mekanisme pengalihan dan batas tiap jenisnya, lihat apa itu redirect. Di sini fokusnya adalah memilih respons yang paling jujur untuk keadaan halaman.
Cara Google Memperlakukan Masing-Masing
| Kode | Arti | Perlakuan Google |
|---|---|---|
| 301 | pindah permanen | sinyal kuat bahwa alamat tujuan yang diproses |
| 308 | pindah permanen, metode dipertahankan | sama seperti 301 |
| 302 | pindah sementara | sinyal lemah; alamat asal tetap diutamakan |
| 307 | sementara, metode dipertahankan | sama seperti 302 |
| 404 | tidak ditemukan | tidak diindeks; yang sudah terindeks dikeluarkan |
| 410 | hilang permanen | sama seperti 404 secara fungsi |
| 429 | terlalu banyak permintaan | dibaca sebagai server kewalahan, perayapan diperlambat |
| 5xx | kesalahan server | perayapan diperlambat; halaman terindeks lama-lama dikeluarkan |
Dua hal yang perlu diluruskan dari tabel ini.
404 dan 410 diperlakukan sama secara fungsi. Google menyatakan keduanya membuat alamat tidak diindeks dan mengeluarkan yang sudah terindeks. Perbedaannya semantik: 410 menyatakan halaman memang sengaja dihilangkan, 404 hanya menyatakan tidak ditemukan. Klaim bahwa 410 mempercepat penghapusan secara berarti tidak sesuai dengan yang dinyatakan Google.
429 bukan sekadar kesalahan klien. Google membacanya sebagai tanda server kewalahan dan memperlambat perayapan — jadi memakainya untuk membatasi perayap punya akibat yang lebih luas daripada yang diperkirakan.
Memilih Kode untuk Tiap Keadaan
- Halaman pindah alamat, isinya tetap — 301 ke alamat baru.
- Dua halaman digabung — 301 dari yang dihapus ke yang bertahan, selama isinya memang sepadan.
- Produk diganti versi baru — 301 ke penggantinya.
- Produk habis stok sementara — biarkan halamannya hidup dengan status yang jujur. Jangan dialihkan, jangan dihapus.
- Produk berhenti dijual tanpa pengganti — 301 ke kategori terdekatnya kalau memang relevan; kalau tidak ada yang relevan, 404 atau 410.
- Halaman dihapus dan tidak akan kembali — 410. Kalau server tidak mendukung, 404 sudah memadai.
- Halaman kedaluwarsa tapi mungkin kembali — 404, bukan 410.
- Kampanye atau promo berakhir — 301 ke halaman yang paling dekat topiknya.
- Perbaikan atau pemeliharaan — 503, bukan 404 atau 302.
- Uji coba A/B atau perpindahan sementara — 302, dan dicabut setelah selesai.
Keadaan nomor empat yang paling sering salah ditangani di toko online. Mengalihkan halaman produk yang stoknya habis membuang peringkat yang dibangun berbulan-bulan, dan mengembalikannya nanti butuh waktu lama.
Kapan Halaman Sebaiknya Tidak Dialihkan Sama Sekali
Ada anggapan bahwa halaman yang dihapus selalu harus dialihkan ke suatu tempat. Itu keliru.
- Kalau tidak ada halaman yang benar-benar relevan, 404 atau 410 lebih jujur daripada mengalihkan ke beranda.
- Mengalihkan ke halaman yang tidak relevan cenderung diperlakukan seperti 404, jadi tidak ada yang diselamatkan — hanya pengunjung yang jadi bingung.
- 404 bukan kesalahan yang perlu ditakuti. Setiap situs punya 404, dan keberadaannya normal.
Kesalahan yang Paling Sering
- Mengalihkan seluruh halaman lama ke beranda saat mendesain ulang situs.
- Memakai 302 untuk perpindahan permanen, sehingga alamat lama tidak pernah digantikan.
- Soft 404 — halaman yang menampilkan pesan tidak ditemukan tapi mengembalikan kode 200.
- Memakai 404 saat situs sedang diperbaiki, yang seharusnya 503.
- Rantai pengalihan bertingkat yang tidak pernah dirapikan setelah beberapa kali perpindahan.
- Menghapus halaman berperingkat tanpa memeriksa tautan masuknya dari luar situs.
Soft 404 perlu dibedakan dari 404 biasa karena masalahnya bukan hanya halaman yang hilang, tetapi respons server yang bertentangan dengan isi halamannya. Penanganannya dibahas di panduan soft 404.
Cara Memeriksa Kode Status Situs Anda
- Rayapi seluruh situs untuk mendapat daftar kode status per alamat.
- Bandingkan dengan daftar halaman di sitemap. Alamat yang mengembalikan 3xx atau 4xx tidak seharusnya ada di sana.
- Periksa laporan statistik perayapan di Search Console untuk melihat sebaran kode yang benar-benar diterima perayap.
- Prioritaskan halaman yang punya tautan masuk dari luar, karena itu yang paling merugikan kalau salah kode.
- Ulangi setelah tiap perubahan besar — pindah platform, desain ulang, atau perubahan struktur URL.
Pertanyaan Umum Seputar Kode Status
Lebih baik 404 atau 410 untuk halaman yang dihapus?
Keduanya bekerja, dan Google memperlakukannya sama secara fungsi. Pakai 410 kalau ingin menyatakan penghapusan itu disengaja dan permanen; 404 sudah cukup untuk sebagian besar kasus.
Berapa banyak 404 yang wajar?
Tidak ada batas. Yang perlu diperiksa adalah 404 pada halaman yang seharusnya masih ada, dan 404 yang punya tautan masuk dari luar situs.
Apakah 301 memindahkan seluruh nilai halaman?
Google menyatakan pengalihan permanen tidak menyebabkan kehilangan nilai seperti yang dulu diasumsikan. Yang menentukan adalah relevansi halaman tujuannya.