Skip to main content

Struktur URL: Ciri yang Baik, Aturan Penulisan, dan Cara Mengauditnya

Panduan menyusun struktur URL yang benar — aturan penulisan slug, apa yang perlu dihindari, kapan URL boleh diubah, dan cara memeriksa URL seluruh situs.

Struktur URL: Ciri yang Baik, Aturan Penulisan, dan Cara Mengauditnya

Apa yang Membuat Sebuah URL Baik

URL yang baik bisa dibaca manusia, menggambarkan isi halamannya, dan tetap masuk akal ketika disalin tanpa konteks apa pun.

Tiga syarat itu semuanya soal manusia, dan itu bukan kebetulan. Google menyatakan bahwa struktur URL bukan yang dipakai untuk memahami struktur situs — yang dibaca adalah hubungan antar tautannya. URL yang rapi berguna karena dibaca orang: di hasil pencarian, saat dibagikan lewat pesan, dan saat seseorang memutuskan apakah tautan itu aman diklik.

https://situsanda.com/blog/struktur-url        ← terbaca
https://situsanda.com/?p=8471&cat=3&ref=fb     ← tidak

Hubungan halaman tetap dibaca dari tautan internal dan arsitektur situs, bukan dari bentuk URL saja. Namun alamat yang konsisten mencegah masalah teknis baru saat situs berkembang.

Aturan Penulisan

  • Pakai huruf kecil semua. Sebagian server memperlakukan huruf besar dan kecil sebagai alamat berbeda, dan itu melahirkan halaman kembar.
  • Pisahkan kata dengan tanda hubung, bukan garis bawah atau spasi.
  • Pendek dan seperlunya. Buang kata sambung yang tidak menambah arti.
  • Pakai kata yang dipakai orang, bukan kode internal atau nomor artikel.
  • Bahasa Indonesia untuk pembaca Indonesia. Konsistensi lebih penting daripada pilihan bahasanya — yang berantakan adalah situs yang mencampur keduanya tanpa pola.
  • Hindari tanggal di dalam alamat kecuali situsnya memang berita. Artikel bertanggal 2023 terlihat basi meski isinya masih benar.
  • Satu tingkat folder saja untuk sebagian besar halaman. Alamat berjenjang empat tingkat jarang menambah apa pun.
  • Hindari karakter khusus, spasi, dan huruf beraksen yang berubah bentuk saat disalin.

Yang Perlu Dihindari

  • Parameter yang bisa diganti jalur biasa. Alamat berparameter tetap bekerja, tapi lebih sulit dibaca dan lebih mudah melahirkan halaman kembar.
  • Kata kunci yang ditumpuk/jasa-seo-murah-terbaik-profesional-jakarta/. Tidak menambah relevansi, dan terbaca sebagai usaha memanipulasi.
  • Alamat yang berubah tiap kali judul diedit. Sebagian CMS melakukannya secara bawaan, dan tiap perubahan memutus tautan lama.
  • Campuran dengan dan tanpa garis miring di akhir, yang menghasilkan dua alamat untuk satu halaman.
  • Alamat yang tidak mencerminkan tempatnya di dalam situs, misalnya artikel yang tersimpan langsung di akar tanpa pola apa pun.

Kapan URL Boleh Diubah

Mengubah alamat halaman yang sudah berperingkat selalu punya biaya — pengalihan yang harus dipasang, tautan lama yang harus diperbaiki, dan jeda sampai Google menyesuaikan.

Jika perubahan menghasilkan beberapa versi URL yang tetap dapat diakses, canonical URL membantu menetapkan versi utama yang seharusnya dikumpulkan sinyalnya.

Layak diubah kalau:

  • Alamatnya menyesatkan, misalnya menyebut topik yang sudah tidak dibahas lagi.
  • Struktur situs berubah menyeluruh dan alamat lama jadi tidak konsisten.
  • Alamatnya berisi kode yang tidak terbaca sama sekali.

Tidak layak diubah kalau:

  • Cuma ada salah ketik kecil pada halaman yang tayangannya rendah.
  • Alasannya semata ingin menyisipkan kata kunci.
  • Halamannya punya banyak tautan masuk dari luar dan alamatnya masih masuk akal.

Kalau memang diubah: pasang pengalihan 301, perbaiki tautan internal supaya menunjuk langsung ke alamat baru, dan perbarui sitemap.

Cara Mengaudit URL Seluruh Situs

  1. Rayapi situs dan ekspor seluruh alamat beserta kode statusnya.
  2. Cari alamat yang terlalu panjang atau berjenjang dalam. Urutkan berdasarkan jumlah karakter dan jumlah garis miring.
  3. Cari huruf besar, spasi, dan karakter khusus yang terselip.
  4. Periksa konsistensi garis miring di akhir, dan pastikan salah satunya dialihkan ke yang lain.
  5. Periksa alamat berparameter — apakah bisa diindeks, dan apakah canonical-nya menunjuk versi bersihnya.
  6. Cari pola berulang yang lahir dari templat, karena satu perbaikan di templat menyelesaikan ratusan alamat sekaligus.
  7. Bandingkan dengan daftar halaman yang mendapat tayangan, supaya perbaikan diprioritaskan pada halaman yang memang menghasilkan.

Langkah keenam yang paling menghemat waktu. Masalah URL hampir selalu berpola, bukan tersebar acak.

Alamat Berparameter

Kelompok ini sering jadi sumber masalah terbesar di toko online, dan penanganannya berbeda dari halaman biasa:

  • Parameter pelacakan kampanye — pasang canonical ke versi bersihnya.
  • Parameter pengurutan dan penyaringan — batasi supaya kombinasinya tidak melahirkan alamat tak terhingga, dan blokir yang tidak perlu dirayapi.
  • Parameter paginasi — biarkan bisa dirayapi, karena itu jalur penemuan ke halaman dalam.
  • Parameter sesi — sebaiknya tidak pernah muncul di alamat sama sekali.

Pertanyaan Umum Seputar Struktur URL

Apakah kata kunci di URL menaikkan peringkat?

Pengaruhnya sangat kecil. Yang lebih berarti adalah alamat yang terbaca dan menggambarkan isi, karena itu memengaruhi keputusan orang mengklik dan membagikan.

Berapa panjang URL yang ideal?

Tidak ada batas resmi. Patokan praktis: cukup pendek untuk dibaca sekilas dan disalin tanpa terpotong, umumnya di bawah tujuh puluh karakter.

Apakah struktur folder harus mengikuti struktur menu?

Tidak wajib. Google menyatakan struktur situs dibaca dari tautannya, bukan dari jalur alamatnya. Kesesuaian keduanya berguna untuk manusia, bukan sebagai syarat teknis.