Memilih jasa SEO yang salah bukan cuma buang uang — bisa merusak website teman-teman secara permanen. Google penalty akibat praktik blackhat bisa membuat website hilang dari hasil pencarian berbulan-bulan. Berikut tanda-tanda yang harus diperhatikan sebelum memutuskan.
Red Flag 1: Menjanjikan Ranking 1 dalam Waktu Singkat
Jika ada agency atau freelancer yang menjamin “ranking 1 Google dalam 1 bulan” — itu red flag besar. Google sendiri secara eksplisit menyatakan bahwa tidak ada yang bisa menjamin ranking tertentu. SEO yang legitimate membutuhkan waktu 3-6 bulan untuk menunjukkan hasil signifikan, tergantung persaingan keyword.
Yang realistis: agency yang jujur akan bilang “kami menargetkan halaman 1 dalam 4-6 bulan untuk keyword dengan persaingan menengah” dan menjelaskan bahwa hasilnya tergantung banyak faktor termasuk kondisi website saat ini dan kompetitor.
Red Flag 2: Harga Terlalu Murah untuk Jadi Nyata
Jasa SEO dengan harga Rp 200-500 ribu per bulan untuk “full SEO” hampir pasti menggunakan shortcut. SEO profesional melibatkan riset keyword, audit teknis, optimasi konten, link building, dan pelaporan — ini butuh waktu dan keahlian yang tidak mungkin dijual murah.
Apa yang biasanya terjadi dengan jasa SEO ultra-murah: backlink spam dari PBN (Private Blog Network) atau direktori berkualitas rendah, konten auto-generated yang tidak berkualitas, keyword stuffing yang justru bisa memicu penalty, dan tidak ada laporan atau transparansi sama sekali.
Range harga jasa SEO profesional di Indonesia saat ini: freelancer berpengalaman Rp 1-3 juta per bulan, agency kecil-menengah Rp 3-10 juta per bulan, agency besar dengan tim dedicated Rp 10-30 juta per bulan. Harga di bawah range ini patut dipertanyakan.
Red Flag 3: Tidak Transparan Soal Strategi dan Teknik
Agency yang menolak menjelaskan apa yang mereka lakukan dengan alasan “rahasia perusahaan” atau “teknik proprietary” sering menyembunyikan praktik yang tidak etis. SEO yang legitimate tidak ada yang perlu disembunyikan — riset keyword, optimasi on-page, content creation, dan link building adalah proses yang bisa dan harus dijelaskan ke klien.
Tanda lain: tidak ada laporan bulanan, tidak bisa menunjukkan akses ke Google Search Console atau Analytics, dan menolak ditanya tentang sumber backlink yang mereka bangun.
Red Flag 4: Fokus Hanya pada Ranking, Bukan Bisnis
SEO bukan tentang ranking — SEO tentang mendatangkan pelanggan. Agency yang hanya membicarakan “ranking keyword” tanpa membahas traffic, konversi, dan dampak ke bisnis belum memahami tujuan sebenarnya.
Contoh: ranking 1 untuk keyword yang volume pencariannya 10 per bulan tidak ada artinya dibanding ranking 5 untuk keyword yang volume pencariannya 10.000. Agency yang baik akan mendiskusikan keyword mana yang paling berdampak ke revenue bisnis teman-teman.
Green Flag 1: Punya Portfolio dengan Hasil yang Bisa Diverifikasi
Agency yang percaya diri dengan kualitas kerjanya akan menampilkan portfolio dengan data konkret: nama klien atau industri, keyword yang ditarget, posisi ranking sebelum dan sesudah, peningkatan traffic, dan jika memungkinkan dampak ke konversi atau revenue.
Bonus point jika teman-teman bisa menghubungi klien sebelumnya untuk konfirmasi. Portfolio yang hanya berisi logo klien tanpa data hasil belum cukup meyakinkan.
Green Flag 2: Menjelaskan Proses dengan Jelas
Agency profesional punya proses kerja yang terstruktur dan bisa dijelaskan secara transparan: audit awal untuk identifikasi masalah, riset keyword berdasarkan bisnis dan kompetitor, timeline implementasi yang realistis, deliverables yang jelas setiap bulan, dan format pelaporan yang mudah dipahami.
Teman-teman harus tahu apa yang dikerjakan setiap bulan, bukan hanya menerima tagihan dan janji manis.
Green Flag 3: Memperhatikan Technical SEO dan Performa Website
Agency yang hanya fokus pada konten dan backlink tapi mengabaikan sisi teknis website belum lengkap. Di 2026, Google makin serius soal Core Web Vitals — LCP, INP, dan CLS menjadi sinyal ranking yang terukur.
Agency yang bagus akan mengaudit performa teknis website teman-teman: kecepatan loading, mobile experience, schema markup, dan arsitektur URL. Jika website teman-teman perlu perbaikan teknis yang signifikan, mereka akan merekomendasikan solusi yang tepat — termasuk kemungkinan rebuild ke platform yang lebih performant jika diperlukan.
Green Flag 4: Paham AI Search dan Trend Terbaru
Lanskap SEO 2026 sangat berbeda dari 5 tahun lalu. Google AI Overview sekarang mendominasi banyak hasil pencarian informational. Agency yang masih hanya bicara tentang “keyword density” dan “meta tag” ketinggalan zaman.
Tanda agency yang up-to-date: membahas strategi untuk AI search visibility dan GEO, memahami EEAT dan bagaimana implementasinya secara praktis, mengikuti update algoritma Google dan menyesuaikan strategi, serta familiar dengan tools dan platform terbaru.
Cara Praktis Mengevaluasi Jasa SEO
Sebelum memutuskan, lakukan ini: minta mereka mengaudit website teman-teman secara gratis atau dengan biaya minimal — lihat seberapa detail dan akurat temuannya. Tanyakan contoh laporan bulanan dari klien existing (dengan data yang di-anonymize). Tanyakan teknik link building yang mereka gunakan — jika menyebut PBN atau “jaringan blog kami sendiri”, hati-hati. Cek website agency itu sendiri — apakah cepat, terstruktur, dan praktik apa yang mereka terapkan di website mereka sendiri. Jika website agency SEO saja lambat dan berantakan, itu ironi yang seharusnya menjadi warning.
Memilih jasa SEO adalah keputusan investasi jangka panjang. Luangkan waktu untuk evaluasi dengan teliti — lebih baik butuh 2 minggu memilih yang tepat daripada 6 bulan memperbaiki kerusakan dari yang salah. Untuk referensi lebih lengkap, teman-teman bisa melihat halaman layanan SEO profesional yang menjelaskan proses, harga, dan portfolio secara transparan.