Content Creation dan Strategi Konten
Content creation adalah proses memproduksi konten, seperti tulisan, foto, video, dan grafis, sedangkan strategi konten adalah rencana yang menentukan konten apa yang dibuat, untuk siapa, di mana diterbitkan, dan bagaimana keberhasilannya diukur. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Produksi tanpa strategi menghasilkan banyak unggahan yang tidak menuju ke mana-mana, sedangkan strategi tanpa produksi yang konsisten hanya berhenti di dokumen.
Kedua istilah itu juga sering disamakan dengan content marketing. Content marketing adalah pendekatan pemasarannya, yaitu menarik pembeli lewat konten yang berguna. Strategi konten adalah rencananya, dan content creation adalah pekerjaan memproduksinya. Tulisan ini membahas keduanya dalam konteks media sosial.
Jenis Konten yang Umum Dibuat
Setiap jenis konten punya fungsi yang berbeda, jadi pilihannya mengikuti tujuan, bukan tren.
- Tutorial dan panduan. Menjelaskan cara memakai produk atau menyelesaikan masalah. Berguna untuk calon pembeli yang sedang menimbang.
- Storytelling. Kisah di balik produk, proses pembuatan, atau pengalaman pelanggan. Membuat brand diingat, bukan hanya dikenal.
- Studi kasus dan testimoni. Bukti dari pelanggan nyata. Paling kuat untuk membangun kepercayaan, asalkan bisa diverifikasi.
- Infografis dan data. Meringkas informasi yang rumit menjadi satu gambar yang mudah dibagikan.
- Video pendek. Format yang paling banyak didorong platform saat ini untuk menjangkau orang di luar pengikut.
- Konten buatan pengguna. Unggahan pelanggan yang menandai brand. Kredibilitasnya datang dari orang lain, bukan dari brand.
- Konten interaktif. Polling, kuis, dan pertanyaan yang mengundang audiens ikut menjawab.
- Konten evergreen. Konten yang tetap relevan berbulan-bulan, seperti panduan dasar, sehingga terus bisa diterbitkan ulang.
Jenis konten yang paling banyak ditanggapi berbeda untuk setiap audiens. Polanya dibahas di jenis konten yang diminati target audience.
Cara Menyusun Strategi Konten
Strategi konten disusun dari tujuan ke produksi, lalu kembali ke tujuan lewat pengukuran.
- Tetapkan tujuan. Misalnya menambah pertanyaan lewat pesan langsung, bukan sekadar menambah pengikut. Tujuan yang bisa diukur memudahkan evaluasi, seperti pada kerangka tujuan SMART.
- Kenali audiens. Siapa yang ingin dijangkau, masalah apa yang mereka hadapi, dan di platform mana mereka aktif. Caranya ada di mengidentifikasi target audience.
- Tentukan pilar konten. Tiga sampai lima tema besar yang selalu kembali, misalnya edukasi, proses di balik layar, dan bukti dari pelanggan. Pilar membuat akun punya arah dan mudah dikenali.
- Pilih format per platform. Konten yang sama perlu bentuk berbeda di platform berbeda. Video pendek untuk satu platform, carousel atau tulisan untuk yang lain.
- Buat kalender konten. Jadwal terbit yang realistis, beserta siapa yang membuat dan kapan. Konsistensi lebih menentukan daripada frekuensi tinggi yang hanya bertahan sebulan.
- Sunting sebelum terbit. Periksa fakta, ejaan, dan pesan utamanya. Untuk teks dan caption, prinsip menulisnya dibahas di copywriting di media sosial.
- Ukur dan perbaiki. Lihat konten mana yang menjangkau, ditanggapi, dan menghasilkan tindakan, lalu ulangi polanya. Metriknya ada di social media analytics.
Langkah keenam paling sering dilewati karena terasa memperlambat. Padahal satu kesalahan fakta di konten yang sudah tersebar jauh lebih mahal untuk diperbaiki.
Yang Didapat dari Strategi Konten yang Konsisten
- Brand lebih dikenal, karena konten dengan pilar yang sama muncul berulang dan mudah dikaitkan dengan satu brand.
- Interaksi yang lebih bermakna, karena konten dibuat untuk pertanyaan dan kebutuhan audiens yang sudah dipetakan.
- Kepercayaan sebelum membeli, karena tutorial, studi kasus, dan testimoni menjawab keraguan calon pembeli.
- Kerja tim yang lebih ringan, karena kalender dan pilar mengurangi keputusan dadakan setiap hari.
Hasil itu membentuk social media presence yang kuat, dan semuanya bagian dari kerangka social media marketing yang lebih besar.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa kali sebaiknya mengunggah konten? Tidak ada angka yang berlaku untuk semua akun. Mulai dari frekuensi yang bisa dijaga selama berbulan-bulan, lalu naikkan kalau kualitas tetap terjaga.
Apakah satu konten boleh diterbitkan di semua platform? Boleh, asalkan bentuknya disesuaikan dengan cara orang memakai setiap platform. Pesan yang sama bisa menjadi video pendek di satu tempat dan tulisan di tempat lain.